Baris Video youtube

Loading...

bisnis PTC INDONESIA

Iklan kami

Cari disini

Gunung agung mengalami perubahan bentuk! Tanda akan meletus?

Gunung Agung Alami Perubahan Bentuk


ANTARA FOTO/Nyoman BudhianaPetugas dan warga memantau aktivitas Gunung Agung di Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (15/9). Sejak Kamis (14/9), status Gunung Agung dinaikkan menjadi level waspada menyusul peningkatan aktivitas gunung tersebut sejak bulan Agustus namun hingga kini masih dinyatakan aman.


KARANGASEM, - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mendeteksi adanya perubahan bentuk (deformasi) Gunung Agung.
Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Gede Suantika mengatakan, perubahan bentuk ini diketahui setelah PVMH melakukan pemantauan menggunakan Elektronik Distance Meter (EDM) di Pos Pemantau Gunung Agung di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali, Rabu (27/9/2017).
"Perubahan masih dalam mikrometer, terpantau ada deformasi tubuh gunung," kata Suantika.
Deformasi merupakan salah satu indikasi untuk mengukur terjadinya letusan. Deformasi yang semaki tinggi menunjukan kemungkinan letusan makin tinggi.

Pengukuran dilakukan dengan menembakkan laser ke reflektor. Cermin reflektor diletakkan pada jarak 1 km dari pos pantau. Kemudian petugas menembakan laser menggunakan alst IDM dari pos pantau.
"Tiap hari petugas mengukur deformasi gunung Agung," kata Suantika.
Berdasarkan data pengukuran menunjukan jarak antara IDM dan reflektor semakn dekat. Sementara itu, pantauan di Gunung Agung, Rabu (27/9/2017) mulai pukul 00.00 - 06.00 Wita terjadi 165 kali gempa vulkanik dalam, 106 kali vulkanik dangkal dan 27 kali tektonik lokal.
Bahkan getaran gempa tektonik terasa sampai ke pos pantau yang jaraknya 12 km dari puncak Gunung. Secara visual gunung tertutup kabut dengan suhu udara suhu udara 22-25 derajat celcius dan kelembaban udara 78-84 persen. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50-200 m di atas kawah puncak.


Semenjak gunung agung berstatus Awas sudah ada lebih dari 46000 orang mengungsi di 300 titik pengungsian yang sudah di siapkan oleh pemerintah Bali, dan juga ada di persiapkan oleh warga Bali secara swadaya, untuk membantu saudara kita di pengungsian para anggota STT Wira Dharma Br. Sanding Abianbase Kecamatan Tampaksiring kabupaten Gianyar Bali berkeliling desa bahkan keluar kecamatan untuk menggalang Dana punia yang uangnya dipergunakan untuk membeli kebutuhan pokok untuk para pengungsi berikut foto-fotonya





info menarik